Hal Apa yang Disiapkan Sebelum Melakukan Cek Turnitin?
Bagi mahasiswa, dosen, peneliti, dan penulis karya ilmiah, melakukan pengecekan Turnitin merupakan salah satu tahap penting sebelum mengumpulkan skripsi, tesis, disertasi, jurnal, makalah, atau tugas akademik. Namun, masih banyak orang yang langsung mengunggah dokumen tanpa melakukan persiapan terlebih dahulu. Padahal, ada beberapa hal yang disiapkan sebelum melakukan cek Turnitin agar proses pengecekan berjalan lancar dan hasil similarity dapat dipahami dengan tepat.
Persiapan sebelum cek Turnitin bukan hanya tentang menyiapkan file Word atau PDF. Anda juga perlu memastikan isi dokumen sudah rapi, sitasi telah dicantumkan dengan benar, referensi tersedia, serta mengetahui bagian mana yang perlu diperiksa jika persentase similarity ternyata tinggi.
Dengan persiapan yang tepat, proses pengecekan dapat menjadi lebih efektif. Anda juga dapat mengetahui bagian dokumen yang memiliki kemiripan tinggi dan melakukan revisi secara akademis jika memang diperlukan.
Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lengkap hal apa yang disiapkan sebelum melakukan cek Turnitin, tips agar proses pengecekan lebih optimal, serta langkah yang dapat dilakukan setelah mendapatkan hasil similarity.
Mengapa Perlu Persiapan Sebelum Cek Turnitin?
Sebelum membahas persiapan secara detail, penting untuk memahami bahwa Turnitin merupakan alat untuk membantu mengidentifikasi kemiripan teks. Hasil similarity tidak selalu berarti bahwa seseorang melakukan plagiarisme.
Kemiripan dapat muncul karena berbagai alasan, misalnya:
- Kutipan langsung dari sumber tertentu.
- Nama institusi atau organisasi.
- Istilah akademik yang umum.
- Judul penelitian.
- Definisi dari teori tertentu.
- Daftar pustaka.
- Template atau format penulisan yang digunakan banyak mahasiswa.
- Bagian metodologi yang memiliki susunan serupa dengan penelitian lain.
Karena itu, melakukan persiapan sebelum cek Turnitin akan membantu Anda membaca hasil laporan dengan lebih bijak. Tujuannya bukan sekadar mendapatkan angka similarity serendah mungkin, tetapi memastikan bahwa karya ilmiah telah ditulis secara orisinal, memiliki sumber yang jelas, dan memenuhi standar akademik.
1. Siapkan File Dokumen yang Akan Dicek
Hal pertama yang perlu disiapkan sebelum melakukan cek Turnitin adalah file dokumen yang akan diperiksa.
Pastikan file merupakan versi terbaru dari karya ilmiah Anda. Jangan sampai file yang dikirim masih berupa draft lama yang belum mengalami revisi.
Beberapa format dokumen yang umum digunakan antara lain:
- Microsoft Word (.doc atau .docx).
- PDF.
- Format dokumen lain yang didukung oleh sistem pengecekan.
Sebelum mengunggah file, periksa kembali nama dokumen agar mudah diidentifikasi. Contohnya:
Skripsi_Bab_1-5_Nama_Mahasiswa.docx
atau
Artikel_Jurnal_Final_Nama_Penulis.pdf
Penamaan file yang rapi akan memudahkan Anda ketika memiliki beberapa versi dokumen.
2. Pastikan Dokumen yang Dikirim adalah Versi Terbaru
Kesalahan yang sering terjadi adalah mahasiswa melakukan cek Turnitin menggunakan dokumen yang belum final.
Sebelum melakukan pengecekan, pastikan semua revisi terakhir sudah dimasukkan. Periksa kembali:
- Bab pendahuluan.
- Tinjauan pustaka.
- Metode penelitian.
- Hasil penelitian.
- Pembahasan.
- Kesimpulan.
- Daftar pustaka.
Jika Anda baru saja melakukan revisi besar, sebaiknya lakukan pengecekan kembali menggunakan file terbaru.
Hal ini penting karena perubahan beberapa paragraf saja dapat memengaruhi hasil similarity.
3. Periksa Sitasi dan Kutipan
Salah satu hal yang disiapkan sebelum melakukan cek Turnitin adalah memastikan semua kutipan dan sumber telah dicantumkan dengan benar.
Jika Anda mengambil ide, teori, data, atau pernyataan dari sumber lain, pastikan sumber tersebut mendapatkan atribusi yang sesuai.
Periksa apakah:
- Nama penulis sudah benar.
- Tahun publikasi sudah sesuai.
- Kutipan memiliki sumber.
- Format sitasi mengikuti pedoman kampus atau jurnal.
- Semua sumber yang dikutip tercantum dalam daftar pustaka.
Sitasi yang baik tidak otomatis membuat similarity menjadi nol. Namun, sitasi yang benar menunjukkan bahwa Anda menggunakan sumber secara bertanggung jawab dan sesuai dengan etika akademik.
4. Siapkan Daftar Referensi
Sebelum cek Turnitin, pastikan daftar pustaka sudah tersedia dan sesuai dengan sumber yang benar-benar digunakan dalam tulisan.
Anda dapat menggunakan aplikasi manajemen referensi seperti Mendeley atau Zotero untuk membantu mengelola sumber.
Periksa kembali apakah:
- Tidak ada referensi yang tidak pernah digunakan.
- Tidak ada sumber yang dikutip tetapi tidak tercantum dalam daftar pustaka.
- Penulisan nama penulis konsisten.
- Tahun publikasi sesuai.
- Judul sumber ditulis dengan benar.
Jika kampus memiliki aturan khusus, ikuti pedoman tersebut.
5. Pahami Pedoman Similarity dari Kampus
Setiap perguruan tinggi dapat memiliki kebijakan yang berbeda mengenai batas similarity.
Ada kampus yang menetapkan batas maksimal tertentu untuk skripsi. Ada pula yang memiliki aturan berbeda untuk jurnal, tesis, disertasi, atau tugas kuliah.
Karena itu, sebelum melakukan cek Turnitin, cari tahu terlebih dahulu:
- Berapa batas similarity yang ditetapkan?
- Apakah daftar pustaka dikecualikan?
- Apakah kutipan langsung dikecualikan?
- Apakah sumber dengan jumlah kata tertentu dikecualikan?
- Apakah ada ketentuan khusus dari fakultas atau program studi?
Memahami aturan tersebut akan membantu Anda membaca hasil laporan dengan lebih tepat.
6. Pastikan Struktur Dokumen Sudah Rapi
Sebelum melakukan cek Turnitin, sebaiknya dokumen sudah melalui proses pemeriksaan awal.
Periksa:
- Judul.
- Heading.
- Subheading.
- Nomor halaman.
- Tabel.
- Gambar.
- Caption.
- Daftar isi.
- Daftar tabel.
- Daftar gambar.
Walaupun struktur dokumen tidak selalu menjadi faktor utama dalam similarity, dokumen yang rapi akan memudahkan proses pemeriksaan dan revisi.
7. Periksa Bagian yang Banyak Menggunakan Sumber
Sebelum cek Turnitin, identifikasi bagian tulisan yang paling banyak menggunakan referensi.
Biasanya bagian yang berpotensi memiliki similarity lebih tinggi adalah:
- Latar belakang.
- Tinjauan pustaka.
- Landasan teori.
- Kajian teori.
- Pembahasan.
- Definisi konseptual.
Bagian tersebut sebaiknya ditulis dengan teknik sintesis dan parafrase yang baik.
Jangan hanya mengganti kata dengan sinonim. Pastikan Anda benar-benar memahami informasi dari sumber kemudian menjelaskannya kembali menggunakan struktur kalimat sendiri.
8. Pastikan Parafrase Sudah Dilakukan dengan Benar
Parafrase merupakan salah satu bagian penting dalam penulisan akademik.
Parafrase yang baik bukan sekadar mengganti beberapa kata.
Sebagai contoh, kalimat sumber memiliki struktur:
"Penggunaan teknologi digital dapat meningkatkan efektivitas proses pembelajaran di lingkungan pendidikan."
Parafrase yang lebih baik dapat dibuat dengan memahami makna kalimat tersebut terlebih dahulu, kemudian menyusun ulang:
"Pemanfaatan teknologi digital berpotensi membuat kegiatan belajar mengajar menjadi lebih efektif."
Namun, meskipun kalimat telah diparafrase, sumber informasi tetap perlu dicantumkan jika ide tersebut berasal dari referensi tertentu.
Tujuan parafrase adalah menyampaikan kembali gagasan dengan bahasa sendiri, bukan menghilangkan sumber asli.
9. Tentukan Bagian Dokumen yang Akan Dicek
Tidak semua pengecekan harus selalu dilakukan pada seluruh dokumen.
Dalam beberapa kondisi, Anda mungkin ingin melakukan pengecekan pada:
- Satu bab.
- Beberapa bab.
- Naskah lengkap.
- Artikel jurnal.
- Makalah.
- Proposal penelitian.
Jika melakukan pengecekan secara bertahap, pastikan Anda memahami bahwa hasil similarity dari satu bab tidak selalu sama dengan hasil ketika seluruh dokumen diperiksa.
Untuk dokumen final, pengecekan keseluruhan dapat memberikan gambaran yang lebih menyeluruh.
10. Periksa Apakah Dokumen Pernah Diunggah Sebelumnya
Hal penting lainnya sebelum melakukan cek Turnitin adalah memastikan dokumen tidak secara tidak sengaja masuk ke repository atau database yang dapat memengaruhi pengecekan berikutnya.
Jika dokumen pernah diunggah sebelumnya, hasil pengecekan berikutnya mungkin menunjukkan kemiripan dengan dokumen tersebut, tergantung pada sistem dan pengaturan repository yang digunakan.
Karena itu, jika Anda menggunakan layanan pengecekan Turnitin, tanyakan terlebih dahulu mengenai kebijakan penyimpanan dokumen.
Hal ini penting terutama jika Anda masih berada pada tahap draft dan berencana melakukan revisi beberapa kali.
11. Siapkan Target Similarity yang Realistis
Banyak orang menganggap bahwa skor Turnitin harus selalu 0%. Padahal, dalam karya ilmiah, kemiripan tertentu dapat terjadi secara wajar.
Misalnya, terdapat:
- Nama teori.
- Istilah khusus.
- Judul penelitian.
- Nama lembaga.
- Kutipan resmi.
- Judul peraturan.
- Daftar pustaka.
Karena itu, jangan hanya berfokus pada angka. Perhatikan juga sumber kemiripan tersebut.
Jika hasil similarity menunjukkan angka tertentu, lihat bagian mana yang memiliki kemiripan. Kemudian tentukan apakah bagian tersebut memang perlu diperbaiki atau memang merupakan kemiripan yang wajar dan dapat dipertanggungjawabkan.
12. Siapkan Waktu untuk Melakukan Revisi
Salah satu kesalahan terbesar adalah melakukan cek Turnitin tepat beberapa menit sebelum deadline.
Jika hasil similarity ternyata tinggi, Anda mungkin membutuhkan waktu untuk:
- Membaca laporan similarity.
- Mengidentifikasi sumber kemiripan.
- Menentukan bagian yang perlu diperbaiki.
- Melakukan parafrase.
- Memperbaiki sitasi.
- Mengecek kembali referensi.
- Melakukan pengecekan ulang.
Karena itu, sebaiknya lakukan pengecekan beberapa hari sebelum batas pengumpulan.
Dengan demikian, Anda masih memiliki waktu untuk melakukan revisi jika diperlukan.
Apa yang Harus Dilakukan Setelah Cek Turnitin?
Setelah mendapatkan hasil Turnitin, jangan langsung panik ketika melihat persentase similarity.
Langkah pertama adalah membaca laporan secara keseluruhan.
Perhatikan:
- Persentase similarity.
- Sumber yang paling banyak menyumbang kemiripan.
- Paragraf dengan highlight paling banyak.
- Apakah kemiripan berasal dari kutipan.
- Apakah kemiripan berasal dari daftar pustaka.
- Apakah ada bagian yang benar-benar perlu diparafrase.
Setelah itu, lakukan revisi secara bertahap.
Prioritaskan bagian yang memiliki kemiripan tinggi dan memang memungkinkan untuk diperbaiki.
Tips Agar Persiapan Cek Turnitin Lebih Efektif
Berikut checklist sederhana yang dapat Anda gunakan:
Checklist Sebelum Cek Turnitin
☑ File yang digunakan adalah versi terbaru.
☑ Format dokumen sudah sesuai.
☑ Sitasi sudah dicantumkan.
☑ Daftar pustaka sudah diperiksa.
☑ Parafrase sudah dilakukan dengan benar.
☑ Kutipan langsung sudah digunakan secara proporsional.
☑ Pedoman similarity kampus sudah diketahui.
☑ Dokumen tidak memiliki kesalahan format yang mengganggu pemeriksaan.
☑ Anda memiliki waktu untuk melakukan revisi.
☑ Anda memahami bahwa similarity bukan satu-satunya indikator plagiarisme.
Dengan checklist tersebut, proses pengecekan dapat dilakukan secara lebih terstruktur.
Kesimpulan: Hal Apa yang Disiapkan Sebelum Melakukan Cek Turnitin?
Jadi, hal apa yang disiapkan sebelum melakukan cek Turnitin? Anda perlu menyiapkan dokumen versi terbaru, memastikan sitasi dan referensi sudah benar, memeriksa parafrase, memahami aturan similarity dari kampus, serta menyediakan waktu untuk melakukan revisi jika hasil pengecekan menunjukkan kemiripan yang perlu diperbaiki.
Pengecekan Turnitin sebaiknya tidak dianggap sebagai langkah untuk sekadar mengejar angka similarity rendah. Lebih penting untuk memastikan bahwa karya ilmiah Anda memiliki kontribusi yang jelas, ditulis dengan bahasa sendiri, menggunakan sumber secara bertanggung jawab, dan mengikuti standar akademik.
Jika hasil similarity masih tinggi, lakukan evaluasi pada bagian yang terdeteksi. Hindari cara-cara manipulatif yang bertujuan mengelabui sistem. Fokuslah pada perbaikan kualitas tulisan melalui parafrase yang benar, sintesis sumber, penulisan akademik, dan sitasi yang sesuai.
Dengan persiapan yang matang, proses cek Turnitin dapat menjadi bagian dari kontrol kualitas karya ilmiah sebelum skripsi, tesis, jurnal, atau makalah dikumpulkan.
Butuh Bantuan Cek Turnitin dan Parafrase?
Sudah menyiapkan dokumen tetapi masih bingung hal apa yang disiapkan sebelum melakukan cek Turnitin? Atau Anda sudah melakukan pengecekan tetapi mendapatkan skor similarity yang cukup tinggi?
Jokilabs.com siap membantu Anda dengan berbagai kebutuhan akademik, mulai dari pengecekan similarity, bantuan parafrase, editing, proofreading, hingga perapihan dokumen.
Anda dapat melakukan pemesanan melalui website:
Atau langsung hubungi WhatsApp:
Jangan menunggu sampai deadline semakin dekat. Siapkan dokumen Anda, lakukan pengecekan dengan tepat, dan perbaiki bagian yang memang perlu direvisi secara akademis.
Butuh bantuan cek Turnitin, parafrase, atau perapihan karya ilmiah? Hubungi Jokilabs sekarang melalui website atau WhatsApp 085175222184.
Jokilabs — Solusi untuk membantu persiapan karya ilmiah Anda menjadi lebih rapi dan siap diperiksa.
Pada artikel selanjutnya, pembahasan akan difokuskan pada topik : Kapan Waktu yang Tepat untuk Melakukan Cek Turnitin?