Kenapa Skripsi yang Sama Bisa Mendapat Skor Turnitin Berbeda?

Kenapa Skripsi yang Sama Bisa Mendapat Skor Turnitin Berbeda?

Pernah mengalami situasi ketika skripsi yang sama mendapatkan skor Turnitin berbeda saat dicek menggunakan akun atau waktu yang berbeda? Kondisi seperti ini cukup sering membuat mahasiswa bingung. Misalnya, sebuah skripsi sebelumnya menunjukkan similarity sebesar 18%, tetapi ketika dokumen yang sama diperiksa kembali hasilnya menjadi 23%. Bahkan, dalam kondisi tertentu, perbedaannya bisa lebih besar.

Lalu, kenapa skripsi yang sama bisa mendapat skor Turnitin berbeda?

Jawabannya adalah karena skor similarity Turnitin tidak hanya bergantung pada isi dokumen. Hasil yang ditampilkan juga dipengaruhi oleh sumber pembanding yang digunakan, pengaturan assignment, repository, filter, kutipan, daftar pustaka, serta konfigurasi pengecekan.

Turnitin sendiri menjelaskan bahwa similarity score merupakan persentase teks dalam dokumen yang memiliki kemiripan dengan sumber yang terdapat dalam database yang digunakan untuk pengecekan. Sumber tersebut dapat mencakup konten internet, karya yang pernah dikirimkan sebelumnya, jurnal, publikasi, dan berbagai sumber lainnya.

Artinya, skor Turnitin bukan angka mutlak yang selalu sama untuk setiap proses pengecekan.

Jika Anda sedang mengerjakan skripsi dan mendapatkan hasil Turnitin yang berbeda-beda, jangan langsung panik. Mari pahami penyebabnya satu per satu.


Apa Itu Skor Similarity Turnitin?

Sebelum membahas mengapa hasilnya bisa berbeda, penting untuk memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan similarity.

Similarity adalah persentase teks dalam sebuah dokumen yang ditemukan memiliki kemiripan dengan sumber tertentu. Turnitin menghitung persentase tersebut berdasarkan jumlah kata yang cocok dibandingkan dengan keseluruhan jumlah kata yang diperiksa.

Namun, similarity tidak otomatis berarti plagiarisme.

Misalnya, skripsi memiliki kutipan langsung dari jurnal. Kutipan tersebut memang sengaja dibuat sama dengan sumber asli dan sudah disertai sitasi. Sistem tetap dapat menemukan kemiripan teks tersebut.

Hal yang sama dapat terjadi pada:

  • Daftar pustaka.
  • Nama penulis.
  • Judul jurnal.
  • Istilah penelitian.
  • Definisi tertentu.
  • Kutipan langsung.
  • Kalimat metodologi yang umum digunakan.

Karena itu, mahasiswa sebaiknya tidak hanya melihat angka persentase, tetapi juga melihat bagian mana yang terdeteksi dan berasal dari sumber apa.


1. Pengaturan Filter Turnitin Bisa Berbeda

Salah satu alasan paling umum mengapa skripsi yang sama mendapatkan skor berbeda adalah pengaturan filter.

Dalam Similarity Report, terdapat sejumlah filter dan pengecualian yang dapat digunakan untuk membuat laporan lebih fokus. Turnitin menyediakan opsi untuk mengecualikan bibliografi, kutipan, sitasi, maupun kemiripan berukuran kecil, tergantung versi dan konfigurasi yang digunakan.

Sebagai contoh sederhana:

Pengecekan A:

  • Bibliography dihitung.
  • Quotes dihitung.
  • Small matches dihitung.

Hasil: 25%

Kemudian pada pengecekan B:

  • Bibliography dikecualikan.
  • Quotes dikecualikan.
  • Small matches difilter.

Hasil: 18%

Padahal isi skripsinya sama.

Jadi, perbedaan tersebut tidak selalu berarti sistem Turnitin mengalami kesalahan.


2. Daftar Pustaka Dapat Memengaruhi Similarity

Daftar pustaka merupakan bagian penting dalam skripsi. Akan tetapi, bagian tersebut juga berisi informasi yang secara alami dapat sama dengan dokumen lain.

Contohnya:

Nama penulis, judul jurnal, nama penerbit, tahun publikasi, volume, dan halaman.

Informasi tersebut memang tidak mungkin dibuat sepenuhnya berbeda jika merujuk pada sumber yang sama.

Turnitin menyediakan fitur untuk mengecualikan bibliografi dari laporan similarity. Ketika pengecualian tersebut diterapkan, kecocokan pada bagian referensi dapat tidak diperhitungkan dalam tampilan similarity tertentu.

Inilah salah satu alasan mengapa skripsi yang sama bisa mendapatkan skor Turnitin berbeda apabila pengaturan pengecekannya tidak sama.


3. Kutipan Langsung Bisa Membuat Skor Berubah

Skripsi hampir selalu menggunakan teori dan pendapat dari penelitian terdahulu.

Misalnya mahasiswa menuliskan definisi dari seorang ahli secara langsung. Karena kalimat tersebut sama dengan sumber aslinya, Turnitin dapat mendeteksinya sebagai matching text.

Namun, jika kutipan tersebut ditulis dengan format yang benar, terdapat kemungkinan bagian tersebut dapat dikecualikan melalui pengaturan kutipan.

Turnitin menjelaskan bahwa fitur pengecualian kutipan dapat digunakan untuk mengabaikan teks yang berada dalam tanda kutip atau format kutipan tertentu dalam Similarity Report.

Jadi, jangan langsung menganggap semua teks yang berwarna atau terdeteksi sebagai plagiarisme.

Yang harus diperiksa adalah konteks kemiripannya.


4. Repository yang Digunakan Bisa Berbeda

Faktor berikutnya adalah repository atau database yang digunakan sebagai sumber pembanding.

Turnitin dapat membandingkan dokumen dengan berbagai jenis sumber, tergantung pengaturan yang diterapkan pada assignment atau institusi. Sumber pembanding dapat mencakup internet, karya mahasiswa yang pernah dikirimkan, serta jurnal dan publikasi.

Bayangkan mahasiswa A melakukan pengecekan pada sistem yang membandingkan dokumen dengan repository mahasiswa.

Sementara mahasiswa B melakukan pengecekan pada pengaturan yang berbeda.

Walaupun file yang diunggah sama persis, hasil similarity dapat berbeda karena database pembandingnya tidak identik.

Ini merupakan salah satu faktor penting yang sering tidak diketahui mahasiswa ketika mencari tahu kenapa skripsi yang sama bisa mendapat skor Turnitin berbeda.


5. Dokumen yang Sama Bisa Bertambah sebagai Sumber Pembanding

Bayangkan sebuah skripsi telah diunggah ke suatu repository atau database.

Beberapa waktu kemudian, dokumen tersebut dapat menjadi salah satu sumber yang ditemukan ketika dokumen lain diperiksa.

Karena itu, riwayat submission dapat berpengaruh terhadap sumber yang ditemukan dalam proses pengecekan, tergantung bagaimana repository dan pengaturan institusi dikonfigurasi.

Turnitin juga menyediakan pengaturan untuk memilih repository tertentu yang digunakan atau dikecualikan dari pencarian dalam konteks tertentu.

Dengan kata lain, database yang menjadi target pencarian dapat berpengaruh terhadap hasil similarity.


6. Waktu Pengecekan Juga Bisa Berpengaruh

Internet terus berubah.

Setiap hari terdapat:

  • Artikel baru.
  • Jurnal baru.
  • Website baru.
  • Repository baru.
  • Dokumen akademik baru.

Turnitin melakukan pencocokan terhadap sumber yang tersedia dalam database sesuai pengaturan pengecekan. Karena sumber pembanding dapat bertambah atau berubah, hasil pengecekan pada waktu berbeda tidak selalu harus identik.

Misalnya skripsi diperiksa pada bulan Januari dan mendapatkan 15%.

Kemudian skripsi yang sama diperiksa kembali beberapa waktu kemudian.

Jika terdapat sumber baru yang memiliki kemiripan dengan tulisan tersebut, hasil similarity dapat berubah.

Jadi, jangan heran jika hasil Turnitin hari ini tidak selalu sama dengan hasil pengecekan sebelumnya.


7. Jumlah Kata yang Sama Tidak Selalu Menghasilkan Persentase yang Sama

Similarity dihitung sebagai persentase dari teks yang cocok dibandingkan dengan keseluruhan teks yang diperiksa.

Karena itu, dokumen dengan bagian yang cocok sama belum tentu memiliki persentase sama apabila jumlah teks yang diperiksa berbeda.

Contohnya:

Dokumen A:

  • Total teks: 10.000 kata
  • Matching text: 1.000 kata
  • Similarity: sekitar 10%

Dokumen B:

  • Total teks: 5.000 kata
  • Matching text: 1.000 kata
  • Similarity: sekitar 20%

Jumlah kata yang cocok sama, tetapi persentasenya berbeda.

Hal ini penting dipahami ketika membandingkan dua laporan Turnitin.


8. Filter Small Matches Dapat Mengubah Hasil

Turnitin juga memiliki opsi untuk mengecualikan kemiripan kecil.

Kemiripan dengan jumlah kata yang sangat sedikit terkadang muncul karena penggunaan frasa umum yang memang banyak digunakan dalam tulisan akademik.

Misalnya:

“berdasarkan hasil penelitian”

atau

“dapat disimpulkan bahwa”

Frasa seperti itu dapat muncul dalam banyak dokumen.

Turnitin menyediakan pengaturan untuk menyaring kecocokan berdasarkan jumlah kata atau persentase tertentu.

Karena pengaturan tersebut dapat berbeda, skor akhir yang terlihat juga dapat berbeda.


9. Assignment atau Pengaturan Kampus Bisa Berbeda

Mahasiswa juga perlu memahami bahwa pengaturan Turnitin tidak selalu ditentukan oleh mahasiswa.

Dalam lingkungan perguruan tinggi, dosen atau administrator dapat menentukan berbagai pengaturan assignment, termasuk database pembanding dan aturan pengecualian tertentu. Turnitin menjelaskan bahwa sumber pembanding dan filter yang tersedia dapat bergantung pada pengaturan assignment.

Jadi, jika dosen memberikan instruksi:

“Turnitin maksimal 20% dengan exclude bibliography dan quotes.”

Maka mahasiswa sebaiknya mengikuti pengaturan tersebut.

Jangan membandingkan begitu saja hasil dari akun pribadi dengan hasil resmi kampus karena konfigurasi pengecekannya bisa berbeda.


Apakah Skor Turnitin Tinggi Berarti Plagiarisme?

Tidak selalu.

Turnitin sendiri menjelaskan bahwa teks yang terdeteksi sebagai similarity tidak otomatis merupakan plagiarisme. Kemiripan dapat berasal dari kutipan atau materi yang sudah dikutip dan dicantumkan dalam bibliografi.

Karena itu, yang harus diperhatikan bukan hanya:

“Berapa persen Turnitin saya?”

Tetapi juga:

“Bagian mana yang terdeteksi?”

dan

“Apakah bagian tersebut sudah ditulis dan disitasi dengan benar?”

Inilah cara yang lebih tepat dalam membaca Similarity Report.


Cara Menurunkan Skor Turnitin dengan Cara yang Benar

Jika setelah diperiksa ternyata banyak bagian skripsi yang memiliki kemiripan tidak perlu, Anda dapat melakukan beberapa langkah berikut.

1. Parafrase dengan Struktur Kalimat Baru

Jangan hanya mengganti beberapa kata dengan sinonim.

Baca sumber, pahami maksudnya, kemudian tuliskan kembali menggunakan struktur dan gaya bahasa Anda sendiri.

2. Kurangi Copy-Paste

Gunakan sumber sebagai bahan untuk memahami teori, bukan sebagai teks yang langsung dipindahkan ke skripsi.

3. Perbaiki Sitasi

Pastikan setiap teori, data, pendapat, dan informasi yang berasal dari sumber lain diberikan atribusi yang sesuai.

4. Evaluasi Kutipan Langsung

Gunakan kutipan langsung hanya ketika memang diperlukan. Untuk bagian yang tidak harus dikutip secara verbatim, pertimbangkan parafrase yang benar.

5. Periksa Bagian yang Memiliki Match Tinggi

Jangan hanya mengejar angka persentase. Periksa sumber dengan kontribusi similarity yang besar dan evaluasi apakah teks tersebut perlu ditulis ulang.

6. Gunakan Filter Sesuai Kebijakan Kampus

Jika kampus mengizinkan pengecualian bibliografi atau kutipan, gunakan pengaturan tersebut sesuai pedoman yang berlaku. Filter hanya membantu memperjelas laporan; filter tidak mengubah isi dokumen.


Jangan Menggunakan Cara Manipulasi Turnitin

Ketika mencari cara menurunkan skor Turnitin, sebagian mahasiswa mungkin menemukan berbagai trik seperti memasukkan karakter tersembunyi, mengubah teks menjadi gambar, atau memanipulasi dokumen.

Cara seperti itu tidak disarankan.

Tujuan pengecekan similarity adalah membantu memastikan tulisan memiliki atribusi yang tepat dan kemiripan yang dapat dipertanggungjawabkan. Solusi yang lebih aman adalah memperbaiki tulisan secara akademis melalui parafrase, sitasi, sintesis sumber, dan revisi bagian yang memang terlalu mirip.

Dengan demikian, ketika skripsi diperiksa kembali, kualitas tulisan tetap dapat dipertanggungjawabkan.


Kesimpulan: Kenapa Skripsi yang Sama Bisa Mendapat Skor Turnitin Berbeda?

Jadi, kenapa skripsi yang sama bisa mendapat skor Turnitin berbeda?

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkannya, antara lain:

  1. Pengaturan filter berbeda.
  2. Daftar pustaka dihitung atau dikecualikan.
  3. Kutipan langsung dihitung atau dikecualikan.
  4. Database atau repository yang digunakan berbeda.
  5. Terdapat sumber baru dalam database.
  6. Pengaturan assignment berbeda.
  7. Filter small matches berbeda.
  8. Jumlah teks yang diperiksa berbeda.
  9. Cara laporan similarity ditampilkan berbeda.

Turnitin bukan sekadar menghasilkan satu angka untuk menentukan apakah sebuah skripsi plagiasi atau tidak. Similarity Report perlu dibaca secara menyeluruh dengan memperhatikan sumber, bagian yang terdeteksi, kutipan, sitasi, serta kebijakan akademik dari kampus.

Jadi, ketika Anda melihat skor Turnitin berbeda pada skripsi yang sama, tidak perlu langsung menganggap bahwa salah satu hasilnya pasti salah. Periksa terlebih dahulu konfigurasi pengecekan dan bagian dokumen yang menjadi sumber kemiripan.


Butuh Bantuan Mengecek dan Menurunkan Skor Turnitin?

Jika skor similarity skripsi Anda masih tinggi dan bingung bagian mana yang harus diperbaiki, JokiLabs siap membantu proses revisi secara lebih terarah.

Layanan yang dapat membantu antara lain:

  • ✅ Parafrase akademik
  • ✅ Review bagian yang terdeteksi similarity
  • ✅ Perapihan karya ilmiah
  • ✅ Pemeriksaan Turnitin
  • ✅ Revisi tulisan akademik
  • ✅ Bantuan penyusunan skripsi dan jurnal

Anda dapat melakukan pemesanan melalui website:

🌐 JokiLabs.com

Atau konsultasi melalui WhatsApp:

📱 082241842648

Jangan hanya fokus mengejar angka Turnitin. Pastikan skripsi Anda juga memiliki parafrase yang baik, sitasi yang benar, struktur akademik yang rapi, dan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.

JokiLabs — bantu rapikan karya akademikmu agar lebih siap untuk proses pengecekan Turnitin.