Mengenali Filter yang Tersedia pada Turnitin
Pendahuluan
Bagi mahasiswa, dosen, peneliti, maupun penulis karya ilmiah, Turnitin merupakan salah satu perangkat lunak yang sangat penting dalam proses pengecekan kemiripan dokumen. Tidak sedikit institusi pendidikan yang menjadikan hasil Similarity Report Turnitin sebagai salah satu syarat sebelum skripsi, tesis, disertasi, jurnal, maupun artikel ilmiah dapat disetujui untuk dipublikasikan.
Namun, masih banyak pengguna yang hanya berfokus pada angka persentase similarity tanpa memahami bagaimana angka tersebut dihasilkan. Padahal, Turnitin menyediakan berbagai filter yang dapat membantu pengguna memperoleh hasil pengecekan yang lebih relevan dan sesuai dengan kebutuhan akademik.
Kesalahan dalam memahami filter Turnitin sering kali membuat pengguna menganggap dokumen memiliki tingkat plagiasi yang tinggi, padahal sebagian besar kemiripan berasal dari daftar pustaka, kutipan langsung, atau sumber-sumber kecil yang sebenarnya tidak perlu dihitung dalam evaluasi akademik.
Oleh karena itu, penting untuk mengenali filter yang tersedia pada Turnitin agar hasil Similarity Report dapat diinterpretasikan dengan benar. Artikel ini akan membahas secara lengkap fungsi setiap filter, cara kerjanya, serta manfaatnya dalam proses evaluasi dokumen ilmiah.
Apa Itu Filter pada Turnitin?
Filter pada Turnitin merupakan fitur yang memungkinkan pengguna untuk menyaring bagian tertentu dari hasil pemeriksaan similarity. Dengan adanya filter ini, pengguna dapat melihat laporan yang lebih spesifik sesuai kebutuhan tanpa mengubah isi dokumen asli.
Perlu dipahami bahwa penggunaan filter tidak menghapus teks dari dokumen. Filter hanya memengaruhi tampilan hasil Similarity Report sehingga pengguna dapat melakukan analisis yang lebih objektif terhadap tingkat kemiripan dokumen.
Filter Turnitin juga membantu dosen maupun mahasiswa membedakan antara kemiripan yang masih wajar dengan indikasi plagiarisme yang perlu diperbaiki.
Mengapa Memahami Filter Turnitin Sangat Penting?
Banyak mahasiswa panik ketika melihat similarity mencapai angka 30%, 40%, bahkan lebih tinggi. Padahal setelah filter diterapkan, angka tersebut bisa berubah secara signifikan karena beberapa bagian memang tidak perlu dihitung.
Memahami filter Turnitin memberikan berbagai manfaat, antara lain:
- Membantu membaca Similarity Report secara lebih akurat.
- Menghindari kesalahan interpretasi terhadap skor similarity.
- Mempermudah proses revisi dokumen.
- Mengetahui bagian mana yang benar-benar perlu diparafrase.
- Menghemat waktu saat melakukan pengecekan ulang.
Dengan kata lain, memahami filter Turnitin sama pentingnya dengan memahami cara membaca laporan similarity itu sendiri.
Jenis Filter yang Tersedia pada Turnitin
Secara umum terdapat beberapa filter utama yang paling sering digunakan dalam Similarity Report Turnitin.
1. Exclude Bibliography (Mengabaikan Daftar Pustaka)
Filter pertama yang paling sering digunakan adalah Exclude Bibliography.
Sesuai namanya, filter ini berfungsi untuk mengabaikan bagian daftar pustaka atau referensi dari perhitungan similarity.
Hal ini penting karena daftar pustaka memang berisi nama penulis, judul buku, jurnal, maupun informasi publikasi yang hampir pasti akan sama dengan dokumen lain. Jika tidak difilter, bagian referensi dapat meningkatkan persentase similarity meskipun tidak termasuk plagiarisme.
Contoh
Misalnya sebuah skripsi memiliki daftar pustaka sebanyak lima halaman.
Tanpa filter, Turnitin mungkin mendeteksi banyak kemiripan karena daftar pustaka tersebut identik dengan sumber asli.
Ketika Exclude Bibliography diaktifkan, seluruh bagian referensi tidak lagi dihitung sehingga similarity menjadi lebih representatif.
Filter ini sangat dianjurkan terutama untuk pengecekan tugas akhir, skripsi, tesis, maupun disertasi.
2. Exclude Quotes (Mengabaikan Kutipan Langsung)
Filter berikutnya adalah Exclude Quotes.
Fitur ini digunakan untuk mengecualikan kutipan langsung yang sudah ditulis sesuai aturan akademik.
Dalam karya ilmiah, mengutip pendapat ahli secara langsung merupakan hal yang diperbolehkan selama mencantumkan sumber dengan benar.
Tanpa filter ini, kutipan langsung tetap dianggap sebagai kemiripan teks karena memang isi kalimat sama dengan sumber aslinya.
Dengan mengaktifkan Exclude Quotes, pengguna dapat melihat seberapa besar similarity yang berasal dari isi tulisan sendiri dibandingkan kutipan resmi.
Filter ini sangat membantu ketika dokumen memiliki banyak teori atau definisi yang memang harus dikutip secara langsung.
3. Exclude Small Sources (Mengabaikan Sumber Kecil)
Filter berikutnya adalah Exclude Small Sources.
Fungsi filter ini adalah mengabaikan sumber yang memiliki jumlah kata sangat sedikit.
Sebagai contoh, Turnitin mungkin menemukan kecocokan hanya tiga hingga lima kata dengan ribuan dokumen lain.
Kemiripan sekecil itu biasanya muncul karena penggunaan istilah umum atau frasa yang memang sering digunakan dalam penulisan ilmiah.
Melalui fitur ini, pengguna dapat menentukan batas minimal jumlah kata yang akan dihitung.
Misalnya:
- Abaikan sumber dengan kurang dari 10 kata.
- Abaikan sumber dengan kurang dari 15 kata.
- Abaikan sumber dengan kurang dari 20 kata.
Dengan demikian, laporan similarity menjadi lebih fokus pada kemiripan yang benar-benar signifikan.
Bagaimana Filter Mempengaruhi Similarity Report?
Salah satu kesalahpahaman yang paling sering terjadi adalah anggapan bahwa filter dapat "menurunkan plagiasi".
Padahal sebenarnya filter tidak mengubah isi dokumen maupun database Turnitin.
Yang berubah hanyalah cara laporan similarity ditampilkan.
Sebagai contoh:
- Similarity awal: 32%
- Setelah Exclude Bibliography: 26%
- Setelah Exclude Quotes: 21%
- Setelah Exclude Small Sources: 18%
Apakah dokumen berubah?
Jawabannya tidak.
Yang berubah hanyalah bagian mana yang dihitung dalam laporan.
Karena itu, pengguna tidak boleh menganggap penggunaan filter sebagai cara untuk "memanipulasi" hasil. Filter hanya membantu menghasilkan analisis yang lebih sesuai dengan standar akademik yang berlaku di banyak perguruan tinggi.
Apakah Semua Kampus Menggunakan Filter yang Sama?
Jawabannya adalah tidak.
Setiap perguruan tinggi memiliki kebijakan masing-masing mengenai penggunaan filter pada Turnitin.
Sebagian kampus mengaktifkan Exclude Bibliography secara otomatis, sementara yang lain membiarkan seluruh teks dihitung tanpa pengecualian. Ada pula institusi yang hanya mengizinkan penggunaan filter tertentu sesuai pedoman akademik mereka.
Karena itu, mahasiswa tidak disarankan membandingkan persentase similarity dari satu kampus dengan kampus lainnya tanpa mengetahui pengaturan filter yang digunakan. Dua dokumen dengan isi yang sama bisa saja menghasilkan persentase berbeda jika konfigurasi filternya tidak sama.
Cara Menggunakan Filter Turnitin dengan Benar
Setelah memahami fungsi masing-masing filter, langkah berikutnya adalah mengetahui cara menggunakannya secara tepat. Perlu diingat bahwa setiap versi Turnitin maupun akun yang digunakan oleh perguruan tinggi dapat memiliki tampilan antarmuka yang sedikit berbeda. Namun, secara umum proses penggunaan filter hampir sama.
Berikut langkah-langkah yang biasanya dilakukan:
- Buka Similarity Report dari dokumen yang telah diperiksa.
- Klik menu Filters atau ikon pengaturan filter pada halaman laporan.
-
Pilih filter yang ingin digunakan, seperti:
- Exclude Bibliography
- Exclude Quotes
- Exclude Small Sources
- Tentukan batas minimal jumlah kata jika menggunakan Exclude Small Sources.
- Terapkan perubahan dan tunggu hingga laporan diperbarui.
Setelah filter diterapkan, Turnitin akan menampilkan nilai similarity yang telah disesuaikan berdasarkan pengaturan tersebut. Perubahan ini hanya memengaruhi tampilan laporan dan tidak mengubah isi dokumen maupun database Turnitin.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Menggunakan Filter Turnitin
Masih banyak pengguna yang kurang memahami fungsi filter sehingga menimbulkan kesalahpahaman. Berikut beberapa kesalahan yang sering terjadi.
1. Menganggap Filter Dapat Menghilangkan Plagiarisme
Ini merupakan kesalahan yang paling umum. Filter tidak menghilangkan plagiarisme, melainkan hanya menyembunyikan bagian tertentu dari perhitungan similarity. Jika isi dokumen masih memiliki banyak kemiripan dengan sumber lain tanpa sitasi yang benar, maka dokumen tersebut tetap memerlukan revisi.
2. Terlalu Fokus pada Persentase Similarity
Persentase similarity bukan satu-satunya indikator kualitas karya ilmiah. Yang jauh lebih penting adalah asal sumber kemiripan. Dokumen dengan similarity 20% yang seluruhnya berasal dari kutipan dan daftar pustaka bisa jadi lebih baik dibanding dokumen dengan similarity 10% tetapi berasal dari hasil salin-tempel tanpa sitasi.
3. Mengabaikan Sumber dengan Persentase Besar
Filter memang membantu menyaring hasil, tetapi pengguna tetap harus memeriksa sumber dengan tingkat kemiripan tertinggi. Bagian inilah yang biasanya perlu diparafrase, diringkas, atau diperbaiki penulisan sitasinya.
4. Tidak Memahami Kebijakan Kampus
Setiap institusi memiliki aturan berbeda mengenai batas similarity dan penggunaan filter. Oleh karena itu, selalu ikuti pedoman dari dosen, program studi, atau universitas agar hasil pengecekan sesuai dengan standar yang berlaku.
Tips Menurunkan Similarity Turnitin Secara Etis
Jika setelah menggunakan filter similarity masih tergolong tinggi, langkah terbaik adalah melakukan perbaikan pada isi dokumen. Hindari cara-cara yang melanggar etika akademik atau mencoba memanipulasi hasil.
Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain:
Lakukan Parafrase yang Berkualitas
Parafrase bukan sekadar mengganti beberapa kata dengan sinonim. Parafrase yang baik dilakukan dengan memahami isi sumber, kemudian menuliskannya kembali menggunakan struktur kalimat dan gaya bahasa sendiri tanpa mengubah makna.
Gunakan Sitasi yang Tepat
Pastikan setiap kutipan, baik langsung maupun tidak langsung, disertai sitasi sesuai gaya penulisan yang digunakan, seperti APA, IEEE, MLA, Harvard, atau Vancouver.
Kurangi Kutipan Langsung yang Berlebihan
Kutipan langsung memang diperbolehkan, tetapi penggunaannya sebaiknya tidak berlebihan. Sebisa mungkin jelaskan kembali pendapat penulis menggunakan bahasa sendiri agar tulisan lebih orisinal.
Periksa Dokumen Sebelum Dikumpulkan
Melakukan pengecekan similarity sejak awal akan memberikan waktu lebih banyak untuk melakukan revisi sebelum dokumen dikumpulkan kepada dosen atau dipublikasikan.
Kapan Sebaiknya Menggunakan Filter Turnitin?
Penggunaan filter sangat disarankan pada kondisi berikut:
- Saat mengevaluasi hasil similarity skripsi, tesis, atau disertasi.
- Ketika dokumen memiliki banyak daftar pustaka.
- Saat terdapat banyak kutipan langsung yang sudah ditulis sesuai kaidah akademik.
- Untuk memperoleh gambaran similarity yang lebih representatif sebelum melakukan revisi.
Sebaliknya, jika pengecekan dilakukan untuk kebutuhan audit akademik atau mengikuti aturan tertentu dari kampus, gunakan konfigurasi filter sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.
FAQ Seputar Filter Turnitin
Apakah filter Turnitin dapat menurunkan skor similarity?
Filter dapat membuat persentase similarity yang ditampilkan menjadi lebih rendah karena beberapa bagian tidak lagi dihitung. Namun, filter tidak mengubah isi dokumen dan tidak menghilangkan plagiarisme.
Apakah semua akun Turnitin memiliki filter yang sama?
Sebagian besar fitur filter tersedia pada berbagai versi Turnitin, tetapi akses dan pengaturannya dapat berbeda tergantung lisensi atau kebijakan institusi yang menggunakan Turnitin.
Apakah Exclude Bibliography aman digunakan?
Ya. Filter ini umum digunakan karena daftar pustaka memang berisi informasi referensi yang secara alami akan sama dengan dokumen lain. Namun, pastikan penggunaannya sesuai dengan kebijakan kampus atau institusi Anda.
Berapa batas similarity yang dianggap aman?
Tidak ada angka yang berlaku secara universal. Setiap kampus memiliki standar yang berbeda. Oleh karena itu, selalu ikuti ketentuan yang ditetapkan oleh institusi masing-masing.
Apakah similarity rendah menjamin dokumen bebas plagiarisme?
Belum tentu. Similarity hanyalah indikator tingkat kemiripan teks. Penilaian plagiarisme juga mempertimbangkan konteks, kualitas sitasi, cara pengutipan, dan orisinalitas isi dokumen.
Kesimpulan
Memahami filter yang tersedia pada Turnitin merupakan langkah penting agar hasil Similarity Report tidak disalahartikan. Fitur seperti Exclude Bibliography, Exclude Quotes, dan Exclude Small Sources membantu pengguna memperoleh laporan yang lebih relevan dengan kebutuhan evaluasi akademik.
Perlu diingat bahwa filter bukanlah alat untuk mengurangi plagiarisme, melainkan sarana untuk menyajikan hasil pengecekan secara lebih objektif. Oleh karena itu, apabila tingkat similarity masih tinggi setelah filter diterapkan, solusi terbaik tetaplah melakukan revisi, parafrase yang berkualitas, serta memperbaiki sitasi sesuai kaidah akademik.
Dengan memahami cara kerja filter Turnitin, mahasiswa, dosen, maupun peneliti dapat melakukan evaluasi dokumen secara lebih tepat sehingga proses penyusunan karya ilmiah menjadi lebih profesional dan sesuai dengan standar akademik.
Percayakan Kebutuhan Turnitin dan Parafrase kepada JokiLabs
Masih bingung membaca hasil Similarity Report atau kesulitan menurunkan tingkat kemiripan dokumen secara etis? JokiLabs siap membantu Anda dengan layanan profesional untuk berbagai kebutuhan akademik, seperti:
- ✅ Jasa Parafrase Turnitin
- ✅ Cek Similarity Turnitin No Repository
- ✅ Penurunan Skor Similarity secara etis
- ✅ Pengecekan dan Perbaikan Sitasi
- ✅ Konsultasi Hasil Similarity Report
- ✅ Layanan cepat dengan hasil berkualitas
Tim JokiLabs berpengalaman dalam membantu mahasiswa, dosen, peneliti, hingga profesional untuk menghasilkan dokumen yang lebih rapi, orisinal, dan sesuai standar akademik.
🌐 Order melalui website: jokilabs.com
📱 WhatsApp: 085175222184
Jangan biarkan tingginya similarity menghambat proses akademik Anda. Konsultasikan kebutuhan Anda sekarang juga bersama JokiLabs dan dapatkan layanan yang cepat, aman, serta profesional.
Pada artikel selanjutnya, pembahasan akan difokuskan pada topik : Filter Turnitin yang Umum Digunakan oleh Kampus