Skor Plagiasi Tinggi? Jangan Panik, Kenali Cara Parafrase yang Tepat
Mendapatkan skor plagiasi tinggi ketika melakukan pengecekan naskah tentu bisa membuat mahasiswa khawatir. Apalagi jika dokumen tersebut merupakan skripsi, tesis, jurnal, makalah, proposal penelitian, atau tugas akhir yang akan segera dikumpulkan kepada dosen.
Salah satu cara yang umum digunakan untuk memperbaiki tingkat kemiripan tulisan adalah melakukan parafrase. Namun, parafrase bukan sekadar mengganti beberapa kata dengan sinonim. Parafrase yang tepat harus mampu menyampaikan kembali informasi menggunakan susunan kalimat yang berbeda, tetapi tetap mempertahankan makna asli dan mencantumkan sumber apabila gagasan tersebut berasal dari referensi tertentu.
Oleh karena itu, jika skor plagiasi tinggi, mahasiswa perlu memahami bagaimana cara parafrase yang benar agar tulisan menjadi lebih orisinal, mudah dipahami, dan tetap sesuai dengan standar akademik.
Dalam artikel ini, kita akan membahas pengertian parafrase, alasan skor plagiasi bisa tinggi, teknik parafrase yang tepat, kesalahan yang perlu dihindari, hingga tips memperbaiki naskah akademik secara lebih efektif.
Apa Itu Parafrase?
Parafrase adalah proses menyampaikan kembali suatu informasi atau gagasan menggunakan kata-kata dan struktur kalimat yang berbeda tanpa menghilangkan makna utama dari sumber aslinya.
Dalam penulisan akademik, parafrase sangat berguna ketika mahasiswa ingin menggunakan informasi dari buku, jurnal, artikel ilmiah, atau sumber referensi lainnya.
Misalnya, sebuah sumber menjelaskan bahwa:
Penggunaan teknologi digital telah mengubah cara mahasiswa memperoleh informasi akademik.
Kalimat tersebut dapat diparafrasekan menjadi:
Perkembangan teknologi digital membuat mahasiswa memiliki cara yang lebih beragam dalam mendapatkan informasi untuk kebutuhan akademik.
Maknanya masih berkaitan, tetapi struktur dan pilihan katanya berbeda.
Namun, meskipun sudah diparafrasekan, sumber referensi tetap perlu dicantumkan. Parafrase bukan berarti mengambil ide orang lain dan menganggapnya sebagai ide sendiri.
Mengapa Skor Plagiasi Bisa Tinggi?
Sebelum melakukan parafrase, penting untuk memahami penyebab skor plagiasi tinggi. Tingkat kemiripan dokumen dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor.
1. Terlalu Banyak Mengutip Sumber Secara Langsung
Salah satu penyebab umum adalah terlalu banyak menggunakan kalimat dari sumber lain secara langsung.
Kutipan langsung memang diperbolehkan dalam konteks akademik apabila digunakan sesuai aturan. Namun, jika terlalu banyak bagian naskah yang sama dengan sumber lain, tingkat kemiripan dokumen dapat meningkat.
2. Struktur Kalimat Masih Sama
Mengganti satu atau dua kata saja belum tentu menjadi parafrase yang baik. Jika struktur kalimat, urutan ide, dan pola penyampaiannya masih sangat mirip dengan sumber asli, teks tetap berpotensi memiliki kemiripan tinggi.
3. Penggunaan Referensi yang Tidak Diolah
Mahasiswa terkadang memasukkan informasi dari berbagai sumber secara langsung ke dalam tulisan. Akibatnya, gaya bahasa antarbagian menjadi tidak konsisten dan banyak kalimat memiliki pola yang menyerupai sumber.
4. Tidak Memahami Isi Referensi
Parafrase akan sulit dilakukan jika penulis hanya berusaha mengganti kata tanpa memahami informasi yang ingin disampaikan.
Padahal, memahami ide utama merupakan bagian penting dalam menghasilkan parafrase yang berkualitas.
5. Sitasi dan Kutipan Belum Dikelola dengan Baik
Kesalahan dalam penggunaan sitasi juga dapat menjadi masalah dalam penulisan akademik. Setiap gagasan yang berasal dari sumber lain perlu diperlakukan sesuai aturan sitasi yang digunakan oleh kampus atau jurnal.
Cara Parafrase yang Tepat Saat Skor Plagiasi Tinggi
Jika skor plagiasi tinggi, jangan langsung mengubah seluruh tulisan secara acak. Lakukan evaluasi terlebih dahulu untuk mengetahui bagian mana yang memiliki kemiripan tinggi.
Berikut beberapa teknik parafrase yang dapat digunakan.
1. Pahami Gagasan Utama Terlebih Dahulu
Langkah pertama adalah membaca sumber sampai memahami maksudnya.
Jangan langsung mengganti kata ketika melihat kalimat yang ingin diparafrasekan. Baca terlebih dahulu keseluruhan paragraf agar konteksnya tidak salah.
Setelah memahami gagasan utama, coba jelaskan kembali informasi tersebut menggunakan pemahaman sendiri.
Teknik ini biasanya menghasilkan parafrase yang lebih natural dibandingkan sekadar mengganti sinonim.
2. Ubah Struktur Kalimat
Mengubah struktur kalimat merupakan salah satu teknik penting dalam parafrase.
Misalnya, sumber menggunakan struktur:
Subjek + predikat + objek.
Kalimat hasil parafrase dapat menggunakan bentuk yang berbeda, seperti kalimat pasif atau menggabungkan dua informasi menjadi satu kalimat.
Contohnya:
Kalimat awal:
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif untuk menganalisis pengaruh media sosial terhadap keputusan pembelian.
Parafrase:
Analisis mengenai hubungan media sosial dengan keputusan pembelian dalam penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif.
Makna utama tetap dipertahankan, tetapi struktur kalimat berubah.
3. Gunakan Sinonim Secara Wajar
Penggunaan sinonim dapat membantu membuat kalimat menjadi lebih variatif. Namun, jangan mengganti seluruh kata dengan sinonim secara otomatis.
Tidak semua kata memiliki sinonim yang benar-benar sama dalam konteks akademik.
Sebagai contoh, kata “menunjukkan” mungkin dapat diganti menjadi “mengindikasikan” pada konteks tertentu. Namun, penggunaannya harus disesuaikan dengan makna kalimat.
Parafrase yang baik bukanlah perlombaan untuk menemukan sinonim sebanyak mungkin.
Fokus utamanya adalah menyampaikan kembali gagasan dengan bahasa yang berbeda tetapi tetap akurat.
4. Pecah Kalimat yang Terlalu Panjang
Kalimat akademik terkadang memiliki struktur yang panjang dan kompleks. Kalimat seperti ini dapat diolah menjadi beberapa kalimat yang lebih mudah dipahami.
Contohnya:
Perkembangan teknologi yang semakin cepat menyebabkan perubahan pada perilaku konsumen sehingga perusahaan perlu menyesuaikan strategi pemasaran yang digunakan agar dapat memenuhi kebutuhan konsumen.
Dapat ditulis kembali menjadi:
Perkembangan teknologi yang semakin pesat turut memengaruhi perilaku konsumen. Kondisi tersebut membuat perusahaan perlu menyesuaikan strategi pemasaran agar tetap relevan dengan kebutuhan konsumen.
Teknik tersebut tidak hanya membantu menghasilkan tulisan yang lebih berbeda, tetapi juga membuat pembahasan lebih nyaman dibaca.
5. Gabungkan atau Pisahkan Informasi
Parafrase juga dapat dilakukan dengan mengubah cara informasi disusun.
Beberapa kalimat dapat digabungkan apabila membahas ide yang sama. Sebaliknya, kalimat yang terlalu panjang dapat dipisahkan menjadi beberapa bagian.
Cara ini membantu menghasilkan struktur tulisan yang lebih natural dan tidak terlalu menyerupai referensi.
6. Pertahankan Istilah yang Memang Harus Dipertahankan
Tidak semua kata harus diubah.
Dalam karya ilmiah terdapat istilah teknis yang memang memiliki makna khusus. Misalnya istilah dalam bidang ekonomi, hukum, kesehatan, teknologi, pendidikan, atau bidang ilmu lainnya.
Memaksakan perubahan terhadap istilah tertentu justru dapat membuat makna tulisan menjadi keliru.
Karena itu, lakukan parafrase pada bagian yang memang dapat diolah dan pertahankan istilah teknis yang diperlukan.
Contoh Parafrase yang Tepat
Untuk memahami tekniknya dengan lebih mudah, perhatikan contoh berikut.
Kalimat sumber:
Pendidikan memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia karena melalui pendidikan seseorang dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan dalam kehidupan.
Hasil parafrase:
Peningkatan kualitas sumber daya manusia tidak terlepas dari peran pendidikan. Melalui proses pendidikan, individu dapat mengembangkan pengetahuan sekaligus keterampilan yang diperlukan untuk menjalani kehidupan.
Pada contoh tersebut, beberapa hal berubah:
- Struktur kalimat berbeda.
- Susunan gagasan dibuat lebih natural.
- Beberapa pilihan kata disesuaikan.
- Makna utama tetap dipertahankan.
Namun, jika ide tersebut berasal dari referensi tertentu, sitasi tetap harus dicantumkan.
Kesalahan Parafrase yang Sering Dilakukan Mahasiswa
Meskipun terlihat mudah, masih banyak kesalahan ketika melakukan parafrase.
Mengganti Kata Satu per Satu
Ini merupakan kesalahan yang paling sering terjadi.
Penulis hanya mengganti kata dengan sinonim, sedangkan struktur kalimat tetap sama. Hasilnya sering kali terasa tidak natural dan masih memiliki kemiripan tinggi.
Mengubah Makna Asli
Parafrase tidak boleh mengubah informasi yang disampaikan sumber.
Misalnya, sumber mengatakan bahwa suatu metode “dapat meningkatkan efektivitas”, tetapi hasil parafrase berubah menjadi “pasti meningkatkan efektivitas”.
Kedua pernyataan tersebut memiliki tingkat kepastian yang berbeda.
Karena itu, pastikan makna asli tetap dipertahankan.
Menghilangkan Sitasi
Parafrase tetap membutuhkan atribusi kepada sumber. Mengubah kalimat tidak otomatis menjadikan ide tersebut milik penulis.
Menggunakan Bahasa yang Terlalu Rumit
Ada anggapan bahwa parafrase harus menggunakan bahasa yang sangat formal dan sulit.
Padahal, tulisan akademik yang baik tetap harus jelas dan mudah dipahami. Jangan menggunakan istilah rumit jika sebenarnya tidak diperlukan.
Apakah Parafrase Bisa Menurunkan Skor Plagiasi?
Parafrase yang dilakukan dengan benar dapat membantu mengurangi kemiripan teks, terutama ketika bagian naskah terlalu dekat dengan sumber referensi.
Namun, tidak ada teknik yang dapat menjamin suatu dokumen akan mendapatkan skor tertentu. Hasil pemeriksaan dapat berbeda tergantung pada isi dokumen, sumber yang digunakan, pengaturan pemeriksaan, kutipan, daftar pustaka, dan faktor lainnya.
Karena itu, tujuan utama parafrase sebaiknya bukan sekadar mengejar angka tertentu, melainkan meningkatkan kualitas tulisan dan memastikan informasi dari sumber disampaikan dengan cara yang benar.
Jika skor plagiasi tinggi, lakukan pemeriksaan terlebih dahulu, identifikasi bagian yang bermasalah, kemudian revisi bagian tersebut secara substantif.
Kapan Sebaiknya Melakukan Parafrase?
Parafrase dapat dilakukan sejak tahap awal penyusunan karya ilmiah.
Jangan menunggu sampai mendekati deadline untuk memeriksa kemiripan dokumen.
Idealnya, mahasiswa melakukan pengecekan dan revisi secara bertahap setelah beberapa bagian tulisan selesai. Dengan begitu, jika ditemukan bagian yang terlalu mirip dengan sumber lain, perbaikannya dapat dilakukan lebih cepat.
Misalnya:
Tahap 1: Menentukan topik penelitian.
Tahap 2: Mengumpulkan referensi.
Tahap 3: Membaca dan memahami sumber.
Tahap 4: Menulis pembahasan dengan bahasa sendiri.
Tahap 5: Menambahkan sitasi.
Tahap 6: Melakukan pengecekan kemiripan.
Tahap 7: Mengevaluasi bagian yang memiliki kemiripan tinggi.
Tahap 8: Melakukan revisi dan parafrase jika diperlukan.
Tahap 9: Melakukan pengecekan ulang.
Alur tersebut dapat membantu mahasiswa menghasilkan tulisan yang lebih terstruktur.
Tips Agar Parafrase Tetap Berkualitas
Jika ingin melakukan parafrase secara mandiri, beberapa tips berikut dapat diterapkan.
Baca Referensi Secara Utuh
Jangan mengambil satu kalimat tanpa memahami konteks pembahasannya.
Tulis Berdasarkan Pemahaman
Setelah memahami sumber, coba jelaskan kembali menggunakan gaya bahasa sendiri.
Jangan Mengandalkan Sinonim
Sinonim hanya salah satu bagian dari proses parafrase, bukan keseluruhan teknik.
Cek Kembali Maknanya
Bandingkan hasil tulisan dengan sumber. Pastikan tidak ada informasi penting yang hilang atau berubah.
Tetap Gunakan Sitasi
Parafrase tidak menghilangkan kewajiban untuk memberikan kredit kepada sumber.
Lakukan Pengecekan Akhir
Setelah revisi selesai, lakukan pengecekan kembali untuk mengetahui apakah masih terdapat bagian yang perlu diperbaiki.
Jasa Parafrase Jokilabs untuk Membantu Merapikan Tulisan
Jika kamu sudah mencoba melakukan parafrase sendiri tetapi masih bingung bagaimana mengubah struktur kalimat tanpa menghilangkan makna, Jokilabs siap membantu.
Jasa parafrase dapat menjadi pilihan bagi mahasiswa yang membutuhkan bantuan dalam mengolah kembali kalimat pada skripsi, tesis, jurnal, makalah, proposal, maupun karya ilmiah lainnya.
Proses parafrase sebaiknya tetap memperhatikan konteks akademik, ketepatan informasi, dan penggunaan sitasi. Dengan begitu, hasil tulisan tidak hanya terlihat berbeda dari sumber, tetapi juga tetap memiliki kualitas bahasa yang baik.
Selain membantu proses parafrase, kamu juga dapat melakukan pengecekan kemiripan untuk mengetahui bagian mana yang masih perlu diperbaiki.
Skor Plagiasi Tinggi? Saatnya Evaluasi dan Parafrase dengan Tepat
Mendapatkan skor plagiasi tinggi bukan berarti seluruh tulisan harus dibuat ulang dari awal. Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memahami hasil pemeriksaan, kemudian mengidentifikasi bagian yang memiliki kemiripan.
Setelah itu, lakukan revisi dengan teknik parafrase yang tepat.
Ingat, parafrase bukan sekadar mengganti kata. Parafrase yang baik membutuhkan pemahaman terhadap sumber, perubahan struktur kalimat, penggunaan bahasa sendiri, serta tetap mencantumkan sumber referensi.
Dengan proses tersebut, kamu dapat memperbaiki kualitas tulisan sekaligus mengurangi kemiripan yang tidak diperlukan.
Sedang menghadapi skor plagiasi tinggi dan butuh bantuan parafrase? Jokilabs siap membantu.
Kamu bisa melakukan pemesanan layanan melalui:
🌐 Website: jokilabs.com
📱 WhatsApp: 082241842648
Sampaikan kebutuhanmu, seperti jumlah halaman, jenis dokumen, dan bagian yang ingin diparafrasekan. Tim Jokilabs siap membantu membuat proses revisi tulisan menjadi lebih praktis.
Jangan hanya mengejar skor rendah—pastikan tulisanmu tetap berkualitas, memiliki sumber yang jelas, dan sesuai dengan etika akademik.
Jokilabs — solusi untuk kebutuhan parafrase dan pengecekan tulisanmu!